Kartu Kuning Kepada Jokowi Nirsubtansi
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Direktur Eksekutif Parameter Politik
Indonesia Adi Prayitno menilai kritik simbolis dari Ketua BEM
Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa, saat mengacungkan kartu kuning
kepada Presiden Joko Widodo di acara Dies Natalis ke-68 UI, tidak
memiliki substansi.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Zaadit memberikan kartu kuning kepada Jokowi untuk mengingatkan tiga persoalan yakni wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua isu kembalinya Dwifungsi TNI/Polri, dan pembatasan ruang gerak organisasi mahasiswa.
Adi terutama menyoroti isu wabah campak dan gizi buruk di Asmat.
Baca juga info : info biaya kursus bahasa inggris
Menurutnya, permintaan Zaadit tersebut tidak substansial dan tidak bermakna serta tidak relevan, Sebab, Jokowi dan sejumlah kementerian telah mengirim tim ke Asmat untuk menanggulangi masalah gizi buruk.
Ia pun menduga Zaadit lebih dipicu oleh faktor kebencian terhadap presiden, sehingga mengabaikan fakta-fakta di lapangan.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Bahkan sudah berkali-kali, kan, Menteri Sosial dan Menteri Kesehatan mengirim tim dan bantuan ke sana. Seharusnya Zaadit mengecek fakta juga, agar tidak percuma," kata Adi.
"Lagipula, publik ramai bukan karena isi kritiknya, tapi cara dia memberikan kartu kuning di forum resmi," lanjutnya.
Adi membandingkan apa yang dilakukan Zaadit
dengan aktivisi di masa lalu. Ia mengklaim dahulu, aktivis selalu
mengecek ulang fakta di lapangan sebelum menyampaikan aspirasi untuk
menghindari kesalahpahaman.
Zaadit, menurut dia, harus meniru hal tersebut.
Zaadit, menurut dia, harus meniru hal tersebut.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Presiden Jokowi sendiri merespons kartu kuning dari Zaadit dengan menyatakan akan mengirim Ketua BEM UI ke Asmat, untuk mengetahui medan alam yang harus dihadapi pemerintah dalam mengatasi wabah campak dan gizi buruk di sana.
Kendati demikian, Jokowi tidak mempermasalahkan aksi 'kartu kuning' BEM UI itu.
"Ya yang namanya aktivis muda, namanya mahasiswa dinamika seperti itu biasalah, saya kira ada yang mengingatkan itu bagus sekali," ungkap Presiden.
Baca juga info : Info kampung inggris pare
Tidak ada komentar:
Posting Komentar